Berita

MWC NU PACIRAN GELAR PARADE BACA KITAB FATHUL QORIB

Kitab kuning merupakan buku keagamaan berbahasa Arab tanpa harakat, dan biasanya dikaji oleh santri-santri pondok pesantren di Indonesia. Kali ini masih dalam rangka Hari Santri Nasional, MWC NU Paciran, Lamongan mengadakan Parade Baca Kitab Fathul Qorib, yang pesertanya perwakilan dari pondok pesantren dan lembaga pendidikan yang ada di Paciran.
Kegiatan itu dilaksanakan hari Rabu, 21 Nopember 2018 di Ponpes Putri Al-Fathimiyah Banjaranyar Paciran.

KH. Abdullah Adib, selaku Pengasuh Ponpes Putri Al-Fathimiyah Banjaranyar Paciran dalam sambutannya menyampaikan,
“Bahwa Kitab Fathul Qorib adalah kitab yang fenomenal di kalangan pesantren, dan merupakan kitab rujukan sumber hukum agama dalam NU.” Terlebih lagi even ini diselenggarakan
di dekat Masjid Gendingan di Banjaranyar Paciran yang dulu merupakan pusat perkembangan Islam zaman Sunan Drajat berdakwah.
Kitab kuning merupakan sumber ilmu agama bersumber dari Qur’an dan Hadis. Diakhir sambutannya beliau memaparkan bahwa pondok pesantren sebagai pusat kegiatan Jam’iyah NU hendaknya tetap mempertahankan tradisinya
seperti kajian kitab kuning dan kegiatan keagamaan lainnya.

H. Ahmad Masruri selaku Ketua Tanfidziyah MWC NU Paciran dalam sambutannya menyampaikan, “Kegiatan ini sangatlah tepat karena ada pihak-pihak yang disinyalir telah merubah isi kitab kuning.” Hendaknya melalui kegiatan semacam ini akan dapat menjaga keaslian isi kitab kuning dan tradisi para santri. Beliau berharap bahwa besok pada tahun depan bukan hanya berbentuk parade saja, tapi juga berbentuk festival baca kitab kuning. Sehingga akan memacu semangat para santri dalam mengkaji kitab kuning.

Pada akhir ceremonial acara itu KH. Abdul Lathif selaku Wakil Syuriyah MWC NU Paciran menyampaikan mauidloh. “Kami sangat mengapresiasi terhadap kegiatan Parade Baca Kitab Fathul Qorib yang diselenggarakan panitia dari MWC NU Paciran yang mana kegiatan ini adalah yang perdana. Meskipun kegiatan ini sangat sederhana, akan tetapi tetap harus dilestarikan dan dikembangkan di kalangan para santri.” Diakhir mauidlohnya, beliau berpesan kepada para santri untuk lebih ditingkatkan kemampuannya lagi, khususnya terkait dengan cara membaca, maupun yang lainnya. Baik cara baca kitab kuning dan nahwu-shorofnya.

Acara dilanjutkan dengan parade baca kitab fathul qorib. Para santri dengan lancar membaca kitab kuning dengan maknanya dalam bahasa jawa pada masing-masing undian maqroqnya.
Ada kejadian yang menggelitik yaitu saat ada salah satu santri yang membaca kitab fathul qorib dengan lancar, tapi kemudian kitabnya terhembus oleh angin sehingga lampirannya terhempas dari arena parade. Tak ayal hal itu membuat para hadirin yang menyaksikan parade itu terpingkal melihat kejadian itu.

Ahmad Farid, selaku Sekretaris Panitia Peringatan Hari Santri Nasional MWC NU Paciran ketika diwawancarai media ini menyampaikan, “Bahwa parade ini diikuti oleh 15 pondok pesantren dari Kecamatan Paciran dan 10 utusan dari Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU Anak Cabang Paciran.” Dia berharap agar ke depan kegiatan ini akan lebih semarak lagi.(/SYH)

Previous ArticleNext Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *