Berita

MAULID NABI MUHAMMAD DI PONPES KARANGSAWO PACIRAN

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Ponpes Karangsawo Paciran, Lamongan menyelenggarakan taushiyah agama Islam tadi malam (9/11). Meskipun cuaca disana sempat hujan deras, namun para jamaah tetap menghadiri acara yang digelar di pesantren yang terletak di tengah ladang itu. Sekitar 1500 jamaah berbondong-bondong mengikuti acara maulid malam itu.

Acara dimeriahkan dengan penampilan Group Sholawat Al-Mi’roj pimpinan Ust. Imam Zamroni dari Bojonegoro. Setelah melantunkan sholawat nabi, dilanjutkan sholawat mahalul qiyam. Para jamaah semuanya berdiri mengikuti pujian sholawat nabi, sehingga suasana malam itu semakin syahdu. Terlebih panitia acara juga menyebarkan wangian gaharu ke sekeliling lokasi acara.

Acara dilanjutkan dengan sambutan pengasuh pesantren. K. Minhajul Abidin dalam sambutannya yang disertai tetesan air mata, beliau terharu dengan antusias para jamaah untuk menghadiri acara itu, meskipun gerimis hujan membasahi jalan menuju ponpes dan lokasi acara. “Kehadiran Bapak / Ibu merupakan penghormatan dan kecintaan kita kepada Rasulullah Muhammad SAW.” diakhir sambutan beliau mengajak jamaah membaca doa tawashul kepada Nabi Muhammad SAW.

Acara dilanjutkan dengan taushiyah maulid oleh Habib Muhammad Habibi dari Pasuruan, dalam ceramahnya beliau beliau menyampaikan suri tauladan dari Nabi Muhammad SAW. “Setiap saat Rasulullah selalu mencintai ummatnya, akan tetapi kita selalu melupakan Nabi Muhammad SAW.” Beliau melanjutkan dengan sebuah cerita, bahwa dulu ada seorang yang ahli ibadah, akan tetapi setiap malam dia selalu bermimpi masuk neraka. Di tengah kegelisahannya dia lalu berkonsultasi kepada ulama. Dari hasil konsultasi itu dia disarankan untuk membaca kitab maulid nabi. Akhirnya, setelah membaca kita maulid nabi itu malamnya dia bermimpi berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW. dan dia terbebas dari siksaan neraka. Menurut beliau, ada tiga hal yang dilaknat Allah SWT. yaitu: harta yang dibelanjakan bukan untuk Allah, jabatan yang diemban oleh seseorang tapi tidak amanah, dan perilaku kaum perempuan yang melebihi kaum pria.

Diakhir ceramahnya, Habib yang terkenal dengan julukan ‘Coboy Arab’ itu mengajak para jamaah untuk berdoa dengan bertawashul kepada Nabi Muhammad SAW. Banyak para jamaah yang berdoa sambil meneteskan air mata karena syahdunya lantunan doa yang dipanjatkan dzuriyah Rosulullah Muhammad SAW. itu. Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin dua tokoh agama setempat.
Alhamdulillah, acara maulid malam itu berakhir saat hujan sudah reda. Namun buruknya jalan desa dari ponpes itu membuat para jamaah harus berhati-hati melewati jalan itu. Ahmad Farid selaku pengurus ponpes itu dan mantan pengawas dana desa menyampaikan harapannya. “Semoga tahun depan ada kepedulian pihak pemerintah desa Paciran untuk meningkatkan kucuran dana desa untuk memperbaiki kondisi jalan ke Ponpes Karangsawo Paciran.”

Sehari sebelumnya (8/11) ponpes itu juga mengadakan rangkaian kegiatan maulid dengan mengadakan terapi gurah ala Rasulullah Muhammad SAW. yang diikuti oleh 100 peserta dengan penerapi Gus Ja’far dari Bangil Pasuruan. (syh)

Previous ArticleNext Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *